Skizofrenia
Hai kembali lagi ke blog aku yang kedua
hehehe
Disini aku mau ngasih tau apa itu
skizofrenia, berikut adalah penjelasannya :)
Happy
Reading
Skizofrenia
Latar
belakang
Keperawatan
jiwa adalah praktek keperawatan yang menggunakan ilmu tingkah laku manusiasebagai dasar untuk diri sendiri dalam melakukan keperawatan yang
mempertahankan kesehatan jiwa. Tujuan diadakannya keperawatan jiwa ini untuk
mengidentifikasi pengaruh pelaksanaan standar asuhan keperawatan halusinasi
terhadap kemampuan kognitif dan psikomotor pasien. Metode yang digunakan
melalui penelitian dalam ekperimen semu (Quasy-experiment) yang menggunakan
teknik pengambilan data dengan menggunakan instrument kusioner. Uji analisis pada
penelitian ini menggunakan uji statistik paired t-test yang menunjukkan ada
pengaruh pelaksanaan standar asuhan keperawatan terhadap kemampuan kognitif dan
psikomotor sebelum dan sesudah diberikan standar asuhan keperawatan halusinasi
pada kelompok intervensi yang menunjukkan nilai (value < a 0,05). Kesimpulan yang didapat adalah dengan adanya
pengaruh pelaksanaan terhadap standar asuhan keperawataan halusinasi sebelum
dan sesudah diberikan standar asuhan keperawatan halusinasi di Rumah Sakit yang
ditunjukkan dengan adanya pengaruh kemampuan kognitif dan psikomotor sesudah
diberikan SAK (intervensi). Keperawatan sehat jiwa diproses dimana perawat
membantu individu atau kelompok dalam mengembangkan konsep diri yang positif
meningkatkan pola hubungan antara pribadi yang lebih harmonis serta agar
berperan lebih produktif di masyarakat. Keperawatan jiwa adalah area khusus
dalam praktek keperawatan yang menggunakan ilmu tingkah laku manusia sebagai
dasar dan menggunakan diri sendiri dalam melakukan keperawatan untuk
mempertahankan kesehatan jiwa. Perawat jiwa berusaha menemukan dan memenuhi
kebutuhan dasar klien yang terganggu seperti kebutuhan fisik, kebutuhan rasa
aman, kebutuhan mencintai dan disayangi. Pemberian asuhan keperawatan merupakan
proses terapeutik yang melibatkan hubungan kerja sama antara perawat dengan
klien, keluarga, dan masyarakat untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal.
Perawat memerlukan metode ilmiah dalam melakukan proses terapeutik , yaitu
proses keperawatan, penggunaan proses keperawatan membantu perawat dalam
melakukan praktik keperawatan, menyelesaikan masalah keperawatan klien, atau
memenuhi kebutuhan klien secara ilmiah, logis, sistematis, dan terorganisasi. Proses
keperawatan merupakan sarana atau wahana kerja sama perawat dan klien pada
tahap awal peran perawat lebih besar dari peran klien, namun pada proses sampai
akhir diharapkan sebaliknya peran klien lebih besar dari pada perawat sehingga
kemandirian klien dapat tercapai. Skizofrenia merupakan penyakit otak yang
sanggup merusak dan menghancurkan emosi selain karena faktor genetik penyakit
ini juga bisa muncul akibat tekanan tinggi di sekelilingnya. Pasien dengan
diagnosa skizofrenia 70% mengalami halusinasi dan harga diri rendah sedangkan
yang mengalami kerusakan komunikasi verbal 30%. Klien dengan skizofrenia
mempunyai gejala utama penurunan persepsi sensori yaitu halusinasi pendengaran
dan penglihatan. Gangguan halusinasi ini mengarah pada prilaku yang membahayakan
orang lain, klien dan lingkungan. Halusinasi adalah gangguan persepsi yang
dapat timbul pada klien skizofrenia, psikosa, pada sindrom otak organik,
epilepsy, nerosa histerik, intoksikasi atropine atau kecubung dan zat
halusinogenik (Pengantar, Pembahasan, Yang, Pada, & Stasiun,
2016).
Dukungan
Keluarga Pada Skizofrenia
Peningkatan
angka relapse pada pasien Skizofrenia pasca perawatan dapat mencapai 25% - 50%
yang dapat menyebabkan fungsi sosialnya menjadi terganggu. Peranan keluarga
diperlukan untuk menekan sekecil mungkin angka relapse dan mengembalikan
keberfungsian sosialnya. Keluarga dapat mewujudkannya dengan memberi bantuan berupa
dukungan emosional, materi, nasehat, informasi, dan penilaian positif . Hal ini
menunjukkan bahwa salah satu faktor yang dapat meningkatkan pasien pasca
perawatan rumah sakit adalah dukungan keluarga. Penelitian ini menggunakan alat
ukur berupa skala, yaitu Skala Dukungan Keluarga dan Skala Keberfungsian
Sosial. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Nonprobability sampling
yaitu purposive sampling. Analisis data yang dilakukan dengan teknik analisis
regresi sederhana. Dari analisis data diperoleh nilai koefisien korelasi
sebesar 0,836 dengan p = 0,00 (p<0,05). Angka tersebut menunjukkan bahwa
terdapat hubungan yang sangat signifikan antara variabel dukungan keluarga
dengan keberfungsian sosial. Sumbangan efektif dukungan keluarga terhadap
keberfungsian sosial pada pasien Skizofrenia pasca perawatan di rumah sakit
sebesar 69,9 % dan faktor-faktor lain memberi pengaruh sebesar 30,1 % (Ambari, 2010).
Penyebab
Gangguan Skizofrenia
Salah
satu faktor penyebab yang menjadi stresor seseorang mengalami gangguan jiwa
adalah pengalaman traumatik. Pengalaman traumatic sulit dilupakan dan memiliki
efek psikologis dalam waktu yang panjang. Apabila seseorang tidak mampu
beradaptasi dalam menanggulangi stresor, maka akan timbul keluhan-keluhan dalam
aspek kejiwaan, berupa gangguan jiwa ringan hingga berat. Salah satunya adalah
gangguan jiwa berat yaitu skizofrenia. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh
gambaran mengenai pengalaman traumatik pasien skizofrenia. Metode yang
digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara secara mendalam (in depth
interview). Hasil penelitian terhadap pengalaman traumatik tujuh pasien
skizofrenia menunjukkan adanya lima tema yang muncul yaitu: cita-cita/keinginan
tak tercapai/kegagalan, kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan,
orangtua galak/pola asuh otoriter, dan mendapat tindakan kekerasan (Yosep, Puspowati, & Sriati, 2009).
Pasien
skizofrenia yang menarik diri dari orang lain dan kenyataan, seringkali masuk
ke dalam kehidupan fantasi yang penuh delusi dan halusinasi. Dalam perjalanan
penyakitnya, penderita skizofrenia seringkali mengalami relaps setelah selesai
menjalani masa perawatan baik di rumah sakit maupun pengobatan non medis.
Tujuan penelitian untuk mengetahui penyebab relaps pada pasien skizofrenia.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik
pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur. Adapun subjek dalam
penelitian ini berjumlah tiga orang yaitu pasien skizofrenia yang dirawat di
rumah sakit jiwa dan pernah dinyatakan sembuh kemudian mengalami relaps dan
harus kembali menjalani rawat inap di rumah sakit jiwa yang sama. Analisa data
dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan triangulasi sumber.
Hasil yang didapat dari penelitian ini bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi
peyebab relaps pada pasien skizofrenia yaitu faktor ekonomi, ketidakpatuhan
pasien pada pengobatan, mendapat perlakuan kasar dan pertengkaran yang terus
menerus dengan saudara kandung, konflik yang berkepanjangan dengan istri, dan
emosi (marah) yang diekspresikan secara berlebihan oleh keluarga (Amelia & Anwar, 2013).
Daftar Pustaka
Ambari, P. K. M. (2010). Hubungan
Antara Dukungan Keluarga Dengan Keberfungsian Sosial Pada Pasien Skizofrenia
Pasca Perawatan Di Rumah Sakit. Fakultas Psikologi Universitas
Diponegoro Semarang. https://doi.org/10.1063/1.1357932
Amelia, D. R., & Anwar, Z.
(2013). Relaps Pada Pasien Skizofrenia. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan.
https://doi.org/10.22219/JIPT.V1I1.1357
Pengantar, K., Pembahasan, L.,
Yang, D. A. N. S., Pada, A. D. A., & Stasiun, P. (2016). • Latar Belakang
•. JURNAL STIE SEMARANG.
Yosep, I., Puspowati, N. L. N. S.,
& Sriati, A. (2009). Pengalaman Traumatik Penyebab Gangguan Jiwa (
Skizofrenia ) Pasien di Rumah Sakit Jiwa Cimahi Traumatic Experiences of Mental
Disorder Client ( Schizophrenia ) at Mental Health Hospital Cimahi. Mkb.
Komentar